DUABELAS TAHUN

Duabelas Tahun itu
Membawaku pada kemengertian cinta yang pekat
Yang terbangun dari kerinduan menderu
Tak habis habis

Duabelas Tahun itu
Adalah kesyukuran yg menjulang
Antara PECINTA dan PENCIPTA
Karena telah menali kasihkan
Tak sudah sudah

Istriku dan putriku
Akulah pengasmara yang tak bisa ditunda
Untuk memilikimu
Selamanya…..

12 Tahun Mencintai
Untuk Istri dan putriku
28 Nov 1999 – 28 Nov 2011

AKULAH PENGIKRAR ITU

Sang pecintamu masih menegar
Dipertengahan hati
Yang kupetik 12 tahun lalu

Akulah pengikrar itu
Yang kau dengar dengan hikmat
Dan membawamu berdiam dihatiku
Tepat 12 tahun lalu

28 Nov 1999 – 28 Nov 2011

AKU HANYA DAPAT BICARA KEMATIAN SAAT HIDUP

Aku hanya dapat bicara kematian saat hidup
Maka kubincangkan itu pada diri sendiri sekarang
Karena kepulangan itu akan sangat memilukan
Tanpa pembekalan yang kurencanakan

Aku hanya dapat bicara kematian saat hidup
Maka kutuliskan itu pada dinding hati
Dengan pena yang tintanya terbuat dari air mata
Agar saat terpanggil, aku telah siap

Asrama Akademi Perawat Binsa Insan
Menunggui Papah
20 Nov 2011

Lima Matahari Terbit

Tempat dimana ku berdiri sekarang
Adalah tempat berkumpulnya rintih, sedih dan menangis
Adalah tempat yang baik untuk bertanya
Kepada diri sendiri

Tempat ini penuh dg lalu lalang nestapa dan kegelisahan antara hidup dan mati
Adalah tempat yg baik untuk mendekat
Dan menjemput kesadaran diri
Bahwa kita semua akan meninggalkan bumi

Telah lima matahari terbit
Kurenungi makna ini

RS Pelabuhan, menunggui papah
20 Nov 2011

Keuzuran Yang Pasti

Kita akan semakin banyak “kehilangan” dari waktu kewaktu
Semakin banyak pula doa yang tak dpat dikabulkan karena keuzuran.
Perlawanan atas penuaan diri adalah kepercumaan
Permohonan penahanan usia adalah sebodoh bodohnya permintaan

Sikap bijak yg terpupuki sejak sekarang
Adalah satu satunya senjata menghadapi kerentaan
Mengurangi keinginan atas segala kemauan
Menipiskan pengharapan atas segala kesenangan
Akan mengurangi ketersiksaan diri menghadapi “nasib” keuzuran kita yg pasti datang.

RS Pelabuhan, Menunggui papah
19 Nov 2011

Seperti Petani

Seperti petani yang pergi saat matahari telah tinggi
Menanami bibit dipematang batu
Yang tak mungkin menghasilkan sesuatu

Seperti petani menyiangi padi
Saat gelap telah duduk ditengah sawah
Sehingga tak bisa melihat apa apa

Seperti petani yang pulang saat matahari terbit
Sementara yang lain menuju pematang
Apa gerangan dituju dalam pencarian sang petani ?

RS Pelabuhan menunggui papah

Layaknya Menjumlah Angin

Layaknya menjumlah angin
KasihMu itu tak dapat terukur
Tak dapat tertimbang

Malam ini kami ada dalam kesyukuran
Yang begitu mengharu
Dan begitu tak terlukiskan

Tiga malam berlalu
Dimana tak ada lagi yang paling penting dipermohonan kami, kecuali kesembuhan papah
Dan kini mulai kau perlihatkan itu
Diraut Wajah Papah……

Harapan Indah Hari ini

KAU berikan harapan indah hari ini
KAU berikan sedikit demi sedikit apa yang kami pinta
KAU titipkan senyum diwajah papah
KAU izinkah papah membelai kami satu persatu
KAU izinkan kami tersenyum kembali

Meski belum utuh kau kabulkan semua doa
Aku pahami ini adalah jalan terbaik yang boleh kami nikmati.

Warung Indomie
Menunggui Papah
18 November 2011

Papah Tak Mengingatku

Bukan lagi mata yang melinangkan kedukaan
Tapi hati hingga ke pembuluh darahku
Papah bahkan tak mengingat siapa aku
Ya Rahman, Ya Rahim…..

Papah akan baik baik saja
Karena kami semua penuh pengharapan dan doa
Karena kami semua sayang papah

Papah tak mengingat siapa aku
Karena yang papah alami luar biasa sakitnya

Ya Allah yang Maha pemegang Ampun
Berikan ampunan keluarga kami

Petang Kedua

Petang ini tetap saja mendebarkan
Dada seperti dipijaki seribu serdadu berbaris
Bergemuruh dan berdentum

Kami masih dalam pertanyaan besar
Karena jawaban yang kami tunggu belum tertulis diwajah papah

Petang ini menjadi petang kedua dimana kami tenggelam dalam kesedihan
Petang kedua dimana kami terus memohon semua pinta kami dikabulkan

Ya Allah,
Aku tau KAU dapat berkata JADILAH, maka semua akan terjadi
Dan aku mohon, jadikanlah kami semua dalam kebaikan.

Switch to our mobile site